Pino Bahari : Sinar Kejayaan Tinju Indonesia sekarang Redup

image

“Bangun pagi, saya pasti lihat orang sedang “pukul-memukul” dan kemudian karena tampak asik, akhirnya tertarik untuk ikut berlatih,” ujarnya sambil tertawa.

 

Karena saat itu sang ayah, Daniel Bahari, menjadi pelatih sekaligus promotor bagi beberapa petinju-petinju nasional, Pino kecil pun mulai ikut berlatih dengan rutin. Ia mempelajari teknik-teknik dasar bertinju. Alhasil, teknik ini mampu dikuasainya hingga kemudian masa kejayaan baginya datang. Beberapa kali ia akhirnya menjadi sang juara dalam pertandingan berkelas internasional. “Karena latihan dasarnya sudah dikuasai sejak kecil, ketika pertama kali bertanding pun langsung mendapat juara,” ujarnya.

 

Karir Pino bahari sebagai petinju pun semakin menanjak naik. Pada tahun 1990, Pino berhasil meraih medali emas ASIAN GAMES di Beijing, dan mengharumkan nama bangsa. Beberapa pernghargaan kemudian turut didapatnya dalam beberapa kesempatan bertanding seperti medali perak Venice Open 1994 di Italia, Medali perak Sea Games 1995 di Chiang Mai, medali perak King’s Cup 1993 di Bangkok, medali perak Mayor’s cup 1993 di Manila, dan masih banyak lagi penghargaan yang diraihnya, baik yang bertaraf internasional maupun nasional.

 

Prestasi puncak Pria kelahiran Jakarta 27 Juli 1987 ini terjadi dalam Asian Games Beijing 1990 silam, ketika sukses merebut medali emas kelas bergengsi Menangah (75 kg). Kala itu, Pino Bahari mengalahkan petinju Mongolia, Altangerel Bandin, di babak final. Pasca kejayaan Pino Bahari, tidak pernah ada lagi petinju Indonesia yang mampu menyabet medali emas Asian Games. “saat itu Indonesia belum dilirik dunia dalam bidang tinju. Tetapi berkat kejuaraan tersebut, kami kemudian terus dilirik. Meski tidak bisa dipungkiri, saat ini sinar itu sidah padam lagi,” keluhnya.

 

Disinggung soal apakah dirinya senang terhadap karir yang digelutinya, Pino mengaku ketika dewasa ia mulai mencintai profesinya tersebut. Jika waktu kanak-kanak ia merasa terpaksa melakukannya, tetapi seiring bertambahnya usia dan melihat sejauh mana ia berkorban terhadap profesi sebagai petinju, Pino akhirnya mencintai profesinya. “Awalnya memang terpaksa, mungkin karena masih anak-anak dan belum mengerti tujuannya untuk apa. Tetapi sekarang, saya menikmati pekerjaan sebagai petinju ini,” tegasnya.

 

Selain mendapatkan begitu banyak penghargaan dari aksinya pada ring tinju, Pino pun sempat merambah dunia akting disalah satu program televisi swasta.  Saat itu ia menjadi salah satu aktor dalam fil Saras 008. Selanjutnya, dari menjadi aktor film, Pino kemudian dipercayakan untuk mengolah salah satu program tayangan tinju pada stasiun tv yang sama dan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai The Best Programme.

 

Setelah meraih kesuksesaan pada ring tinju, ia kemudian menjadi promotor bagi petinju-petinju pemula maupun petinju-petinju ternama. Dengan mendirikan Sasana Tinju “Cakti Gibbor Boxing Gym”, Pino kerap menghabiskan waktunya disana.

 

Tak hanya berhenti sampai disitu, putra sulung Daniel Bahari ini kemudian merambah bidang lain yakni politik. Pada tahun 2014, Pino menjadi salah satu calon anggota DPR RI Partai Gerindra. Pencalonan pino menjadi salah satu anggota legislatif  di anggapnya sebagai sebuah berkat. “Apa pun hasilnya, saya tetap bersyukur,” terangnya. AS

 

 

Tue, 28 Jan 2014 @11:04


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

image

SANTY SASTRA PUBLIC SPEAKING


Jl. Gatot Subroto VI/27 Denpasar-Bali
Telp.0361-426782 / 0811380675
Line : santysastra
PROFILE SANTY SASTRA PUBLIC SPEAKING

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2019 Santy Sastra Production · All Rights Reserved