BERTENGKAR DI DEPAN ANAK AKAN MEMBUATNYA TRAUMA

image

Bertengkar di Depan Anak Akan Membuatnya Trauma

Hidup berumah tangga tentunya tak lepas dari yang namanya masalah. Masalah yang berbuntut pada terjadinya pertengkaran pun tak terhindarkan. Tanpa orangtua sadari bahwa mereka telah bertengkar di depan anaknya. Padahal, bertengkar di depan anak akan berdampak buruk terhadap tumbuh kembangnya. Masa kecil seharusnya menjadi masa paling indah yang bisa dikenang oleh anak sampai kapanpun.

Dampak ini yang harus diwaspadai karena anak bisa membenci orangtuanya karena sering melihat mereka bertengkar. Anak menilai orangtuanya tidak lagi saling menyayangi karena sering berselisih seperti layaknya musuh. Anak pun melihat hubungan orangtuanya tidak seharmonis dulu. Ia juga akan merasa orangtuanya tidak menyayanginya lagi.

Anak akan merasa ketakutan ketika melihat orangtuanya bertengkar. Rasa takut anak semakin menjadi-jadi ketika ia melihat orangtuanya saling memaki sambil memukul dan melempar barang-barang. Anak dikhawatirkan akan tumbuh menjadi orang yang penakut apabila selalu melihat orangtuanya bertengkar ketika ia masih kecil. Sebaiknya orangtua bisa menyelesaikan masalah di ruangan tertutup agar tidak terlihat oleh anak, karena mereka sangat sensitif.

Apabila pertengkaran orangtua sudah menjadi tontonan anak setiap hari, maka dikhawatirkan ia jadi takut dan juga malas untuk menikah ketika sudah dewasa nanti. Ia selalu berpikiran buruk tentang pernikahan. Jadi, seakan sudah tertanam di pikirannya bahwa menikah hanya untuk bertengkar saja.

Karena anak sering melihat orangtuanya berselisih dengan emosi yang meluap-luap, maka ia menjadi tidak fokus dalam menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Apa yang dialami oleh orangtuanya akan membuat anak menjadi tidak konsentrasi ketika berada di sekolah.

Anak yang kerap melihat orangtuanya bertengkar, akan mengalami stress dan malu. Anak menjadi pribadi yang tertutup dan enggan untuk bertemu bahkan dekat dengan orangtuanya dan juga orang lain karena ia lebih suka menyendiri. Selain itu anak juga akan lebih sering murung. Sebisa mungkin hindari bertengkar di depan anak Anda, karena bisa mempengaruhi perkembangan mental anak.

Orangtua sejatinya bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya. Ketika orangtua bertengkar di depan anak, maka hal itu bisa jadi contoh yang buruk bagi anak. Padahal, setiap orangtua pasti menginginkan anaknya mematuhi semua aturan yang mereka buat, seperti tidak boleh bicara kasar, merusak barang, dan harus bersikap sopan. Dengan melihat orangtuanya saling mencaci maki dengan kata-kata yang kasar ketika sedang bertengkar, maka anak akan jadi bingung dan tidak peduli lagi terhadap semua aturan karena menilai orangtuanya yang selama ini dianggap sebagai panutan malah melanggar.

Dampak buruk akibat anak melihat orangtuanya bertengkar diperparah ketika orangtua meminta anak untuk membela dan memilih untuk berpihak pada salah satu orangtuanya, yakni ayah atau ibunya. Hal itu akan membuat anak dilema dan juga bingung karena mau tidak mau ia dipaksa harus membela salah satu dari orangtuanya. Paksaan orangtua ini tentunya sangat tidak baik karena bisa mengganggu pikiran anak.

Ketika anak melihat orangtuanya berselisih dengan penuh emosi dan suara lantang, maka lama kelamaan ia akan terbiasa untuk mendengar orang marah. Anak akan menjadi mudah marah dan sulit untuk bisa mengontrol dirinya sendiri.

Karena sering melihat orangtuanya bertengkar di rumah, maka lama kelamaan anak pun tidak tahan dengan kondisi itu. Alhasil, anak pun lebih suka untuk menghabiskan waktu di luar rumah untuk mencari ketenangan. Hal ini harus diwaspadai ketika anak beraktifitas tanpa didampingi orangtuanya karena bisa mempengaruhi perkembangan anak, misalnya anak jadi tertarik melakukan hal-hal yang buruk sebagai pelampiasannya.

Anak akan lebih mudah untuk melukai sesuatu, misalnya melukai hewan ataupun merusak barang. Bahkan, tak tertutup kemungkinan anak bisa melukai teman sebayanya. Hal ini ia lakukan untuk melampiaskan emosinya yang sudah tidak bisa dibendung lagi.

jika anda pernah atau anak anda mengalami kondisi seperti diatas, segera bebaskan semua ‘ sampah pikiran bawah sadar ‘ dengan hypnoterapi agar kehidupan menjadi pribadi normal dan bahagia

 

jika anda kurang memahami bisa mengirimkan pertanyaan tentang segala sesuatu tentang pikiran bawah sadar , dialamatkan ke : jl Gatot Subroto VI/27 Denpasar Bali telp 0361 426782 -0811380675 atau ID line : santysastra , email : santysastra @yahoo.co.id

Thu, 30 May 2019 @20:33


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

image

SANTY SASTRA PUBLIC SPEAKING


Jl. Gatot Subroto VI/27 Denpasar-Bali
Telp.0361-426782 / 0811380675
Line : santysastra
PROFILE SANTY SASTRA PUBLIC SPEAKING

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2019 Santy Sastra Production · All Rights Reserved